
Keinginan untuk bekerja ke luar negeri dan memperoleh penghasilan yang lebih baik merupakan harapan banyak masyarakat. Namun, di balik keinginan tersebut terdapat proses panjang yang perlu dipersiapkan dengan matang. Bekerja ke luar negeri bukanlah proses instan yang dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari.
Takes time. Takes preparation
Kalimat tersebut penting dipahami oleh setiap calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Keinginan untuk segera berangkat merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai keinginan tersebut membuat calon PMI tergoda mengambil jalan pintas atau mempercayai tawaran kerja yang prosesnya tidak jelas.
Jangan Terjebak Janji Berangkat Cepat
Kemudahan mendapatkan informasi melalui media sosial membuat berbagai tawaran pekerjaan ke luar negeri semakin mudah ditemukan. Di satu sisi, kondisi ini membuka akses informasi yang lebih luas. Namun di sisi lain, calon PMI perlu semakin cermat dalam memilah dan memverifikasi informasi.
Tawaran dengan kalimat seperti “pasti berangkat”, “proses cepat”, “tanpa pelatihan”, “dokumen bisa menyusul”, atau “segera berangkat setelah membayar sejumlah biaya” perlu disikapi dengan kehati-hatian.
Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat jangan sampai membuat seseorang mengabaikan prosedur yang seharusnya dilalui.
Sebab, jalan pintas belum tentu membuat perjalanan lebih cepat sampai. Justru dapat membuka risiko yang lebih besar.
Calon PMI perlu memastikan bahwa informasi mengenai lowongan pekerjaan, perusahaan atau pemberi kerja, negara tujuan, jabatan, persyaratan, biaya, kontrak kerja, hingga proses penempatan berasal dari sumber yang resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setiap Tahapan Memiliki Tujuan
Proses untuk bekerja ke luar negeri bukan sekadar urusan keberangkatan. Ada berbagai tahapan yang harus dipersiapkan agar calon PMI benar-benar siap menjalankan pekerjaan di negara tujuan.
Mulai dari mencari informasi pekerjaan, memenuhi persyaratan administrasi, mengikuti proses seleksi, meningkatkan kompetensi, pemeriksaan kesehatan, pembekalan, hingga penyelesaian dokumen dan persiapan keberangkatan.
Setiap tahapan memiliki tujuan masing-masing
Pelatihan, misalnya, bukan sekadar formalitas. Pelatihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapan calon PMI sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalani.
Begitu pula dengan pemahaman mengenai kontrak kerja. Calon PMI perlu mengetahui jabatan, hak dan kewajiban, kondisi kerja, serta ketentuan lainnya sebelum menyetujui pekerjaan yang ditawarkan.
Karena itu, proses yang membutuhkan waktu bukan berarti mempersulit. Proses merupakan bagian dari upaya mempersiapkan calon PMI agar lebih siap dan terlindungi.
Jangan Hanya Siap Berangkat, tetapi Harus Siap Bekerja
Bekerja di luar negeri membutuhkan kesiapan yang lebih dari sekadar memiliki paspor atau mendapatkan tawaran pekerjaan.
Calon PMI perlu memiliki keterampilan sesuai bidang pekerjaan, kemampuan berkomunikasi, kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang berbeda, serta pemahaman mengenai hak dan kewajibannya sebagai pekerja.
Waktu yang digunakan untuk belajar, mengikuti pelatihan, meningkatkan keterampilan, mempersiapkan dokumen, dan memahami informasi pekerjaan bukanlah waktu yang terbuang.
Itulah bagian dari investasi sebelum keberangkatan
Karena tujuan utama bukan hanya berangkat ke luar negeri, tetapi berangkat dalam kondisi siap untuk bekerja dan memahami bagaimana memperoleh perlindungan selama bekerja.
Verifikasi Sebelum Memutuskan
Dalam proses mencari pekerjaan ke luar negeri, calon PMI perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya terhadap setiap informasi yang diterima.
Jika mendapatkan tawaran pekerjaan, lakukan verifikasi terlebih dahulu. Pastikan informasi mengenai pekerjaan dan proses penempatan dapat dipastikan kebenarannya. Jangan terburu-buru menyerahkan dokumen penting atau membayar sejumlah uang sebelum memahami dengan jelas tujuan dan dasar pembayarannya.
Jika terdapat informasi yang belum dipahami, jangan ragu untuk mencari informasi melalui kanal resmi dan layanan pemerintah yang dapat memberikan informasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri.
Lebih baik meluangkan waktu untuk memeriksa informasi daripada menyesal setelah mengambil keputusan.
Sabar Menjalani Proses, Fokus Mempersiapkan Diri
Tidak semua proses berjalan dengan waktu yang sama. Ada tahapan yang dapat berlangsung relatif cepat, sementara tahapan lainnya mungkin membutuhkan waktu lebih panjang sesuai kondisi dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Karena itu, calon PMI perlu membangun pola pikir bahwa menunggu proses bukan berarti kehilangan kesempatan.
Selama menunggu, masih banyak hal yang dapat dilakukan: meningkatkan keterampilan, mempelajari bahasa, mempersiapkan dokumen, memahami kontrak kerja, mencari informasi mengenai negara tujuan, serta meningkatkan pengetahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai PMI.
Sabar bukan berarti pasif. Sabar berarti tetap bergerak mempersiapkan diri sambil menunggu proses berjalan sesuai ketentuan.
Jangan Cari Jalan Pintas, Cari Jalan yang Benar
Bekerja ke luar negeri merupakan sebuah perjalanan. Ada proses yang harus dilalui, ada persiapan yang harus dilakukan, dan ada tanggung jawab yang harus dipahami.
Karena itu, jangan menjadikan “cepat berangkat” sebagai satu-satunya tujuan.
Jadikan “berangkat melalui proses yang benar, bekerja dengan kompetensi, dan memahami hak serta perlindungan” sebagai bagian penting dari persiapan menjadi PMI.
Takes time. Takes preparation
Tidak apa-apa jika membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri. Tidak perlu terburu-buru hanya karena ada yang menawarkan jalan cepat. Jangan mudah tergoda oleh janji yang tidak jelas.
Jangan cari jalan pintas. Cari jalan yang benar
Dengan persiapan yang baik dan informasi yang benar, perjalanan untuk bekerja ke luar negeri dapat dimulai dengan lebih matang.
Bukan sekadar berangkat, tetapi berangkat dengan persiapan. Bukan sekadar bekerja, tetapi bekerja dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran akan hak serta perlindungan sebagai Pekerja Migran Indonesia.
UPTD Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia (LTSA PMI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat berkomitmen mendukung masyarakat memperoleh informasi dan layanan terkait proses bekerja ke luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.
Penulis: Ira Hendina Instruktur LTSA PMI Jabar



