
Jepang seringkali menjadi primadona bagi sebagian besar pencari kerja yang mendambakan untuk bekerja ke luar negeri. Berdasarkan data dashboard UPTD LTSA PMI bulan September 2025, tercatat ada sebanyak 3.278 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Jawa Barat yang bekerja di Jepang. Beberapa faktor pendorong tingginya minat bekerja ke Jepang tak lepas dari pop culture Jepang seperti manga dan anime yang mempengaruhi generasi muda untuk mengenal negara Jepang. Ada juga mereka yang terinspirasi akibat melihat budaya dan nilai-nilai moral Jepang yang masih dipegang teguh hingga saat ini. Selain itu, reputasi Jepang sebagai negara maju pun cukup terkenal di Indonesia, sehingga beberapa hal tersebut sering menjadi gerbang masuk generasi muda untuk belajar bahasa Jepang. Namun demikian, tak sedikit yang mempertanyakan bagaimana sebaiknya kita memulai belajar bahasa Jepang? Apakah mulai dari mempelajari hurufnya kah? Atau justru mulai dari memahami frasa umum yang sering digunakan?
Tentunya titik nol atau garis start masing-masing individu dapat berbeda-beda, tergantung dari kebutuhannya masing-masing. Ada yang memulai belajar bahasa Jepang dikarenakan tertarik untuk menambah kompetensi bahasa yang dimilikinya, ada juga yang memulai belajar karena ingin lebih memahami pop culture Jepang, bahkan ada juga yang mulai belajar akibat tuntutan kebutuhan pekerjaan. Tergantung alasannya, titik awal belajar bahasa Jepang dapat berbeda untuk masing-masing individu. Maka dari itu, melalui artikel ini penulis mencoba membahas satupersatu tahapan yang pas dan sesuai dengan kebutuhan sobat migran sekalian. Namun demikian hal ini tentunya bersifat subjektif yang didasarkan kepada pengalaman prbadi penulis, sehingga mungkin ada beberapa perbedaan dengan kondisi riil sobat migran. Penulis mencoba membagi 3 (tiga) titik awal tergantung dari alasan/trigger awal yang mendasari untuk memulai belajar bahasa Jepang, yaitu sebagai berikut :
1. Menambah Bahasa Asing Baru Sebagai Seorang Polyglot
Polyglot berasal dari bahasa Yunani, yaitu polyglōttos. Kata ini terdiri dari gabungan kata poly- yang berarti banyak dan glōtta yang berarti bahasa, sehingga seorang polyglot adalah mereka yang menguasai banyak bahasa sekaligus. Tentunya banyak alasan yang mendorong seseorang untuk memahami banyak bahasa secara bersamaan, diantaranya untuk memperluas jejaring atau networking. Bagi seorang polyglot, kompetensi utama yang dibutuhkan adalah berbicara, maka dari itu bagi sobat migran yang saat ini memiliki motivasi yang serupa, dapat memulai belajar bahasa Jepang dengan tahapan sebagai berikut :
a. Membangun Pondasi Bahasa
Pondasi utama dalam sebuah bahasa adalah tata bahasa dan kosakata. Tanpa kedua hal tersebut, kita akan mengalami kesulitan untuk memahami sebuah bahasa. Bahasa Jepang sendiri memiliki pola bahasa yang berbeda dengan sebagian besar bahasa yang ada, dimana sebuah kalimat rata-rata dibentuk dengan pola dimana predikat ditempatkan di akhir kalimat. Tentunya bagi kita yang terbiasa dengan menggunakan bahasa yang mana predikat berada ditengah kalimat akan merasa kesulitan dalam memahami bahasa Jepang. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan mempelajari partikel dan tata bahasa (文法/bunpou) sederhana yang sering digunakan dalam bahasa Jepang. Selanjutnya perkaya kosakata dan sering-seringlah berlatih menyusun sebuah kalimat sederhana.
b. Latihan Menyimak dan Berbicara
Terkadang dalam aspek berbicara, kita terkendala dengan pelafalan yang berbeda dengan apa yang ditulis. Untungnya sebagian besar pelafalan dalam bahasa Jepang sama persis dengan apa yang ditulis. Misalnya kata “Mata” dalam bahasa Inggris ditulis “Eye” dan dibaca “Ay”, sedangkan dalam bahasa Jepang adalah “目(Me)” yang mana sama-sama dibaca “Me”. Namun demikian dalam bahasa Jepang, meskipun sebuah kalimat diakhiri dengan huruf vokal, dalam pengucapannya diakhiri dengan huruf konsonan. Seperti akhiran “です(Desu)” atau “ます(Masu)” yang dibaca “Des” dan “Mas”. Maka dari itu penting bagi kita untuk sering melatih diri dengan memperbanyak menyimak bagaimana orang Jepang berbicara, bisa melalui video ataupun menyimak secara langsung. Dan yang terpenting adalah, beranikan diri untuk sering berbicara, terlepas salah atau benarnya cara kita mengucapkan kalimat tersebut. Karena pada dasarnya seorang penutur asli akan sangat senang ketika ada orang asing yang mencoba memahami bahasa ibunya.
c. Memahami Sistem Penulisan
Tentunya bagi seorang polyglot, seringkali kompetensi berbicara lebih penting dibandingkan kompetensi menulis. Maka dari itu, meskipun bahasa Jepang memiliki sistem penulisannya sendiri, penulis menyimpan kompetensi menulis sebagai hal yang bisa dipelajari setelah memahami sebagian besar pola dan tata bahasa dalam bahasa Jepang bagi seorang polyglot. Meskipun dikenal rumit karena memiliki 3 (tiga) sistem penulisan yaitu hiragana, katakana dan kanji, hal terpenting untuk menguasasi sistem penulisan bahasa Jepang adalah dengan sering menulis dan membaca. Sobat migran dapat memulai dengan mencari bacaan-bacaan ringan di internet ataupun di buku paket bahasa Jepang seperti minna no nihongo.
2. Belajar Bahasa Sebagai Seorang Pecinta Anime dan Manga
Bagi penikmat pop culture Jepang, seringkali termotivasi untuk bisa bahasa Jepang agar lebih memahami isi dari apa yang mereka tonton atau baca. Selain itu juga tak jarang hal tersebut mendorong untuk bergabung ke sebuah komunitas dimana sesama penggemar bercerita soal anime atau manga favoritnya, bahkan sampai meniru ungkapan yang sering diucapkan oleh tokoh yang ada dalam anime atau manga tersebut, sehingga tak jarang sobat migran pun mencoba untuk mampu berbicara menggunakan bahasa Jepang. Maka dari itu, berikut adalah starting point bagi sobat migran yang ingin mendalami bahasa Jepang untuk lebih mengapresiasi dan memahami pop culture Jepang:
a. Memahami Perbedaan Ragam Bahasa
Hal yang harus kita pahami bersama ketika mendengarkan atau membaca bahasa Jepang melalui anime atau manga adalah hampir semua frasa yang digunakan didalamnya tidak umum digunakan di kehidupan sehari-hari. Sehingga sudah sewajarnya bagi sobat migran memahami ragam bahasa formal dan informal serta frasa yang umum digunakan. Sobat migran bisa mulai dari menyimak anime dengan genre yang lebih ringan atau mencoba menyimak drama Jepang dengan cerita yang ringan, sehingga terbiasa dengan frasa atau ungkapan yang umum digunakan.
b. Kuasai Huruf dan Tata Bahasa
Tentunya ketika sobat migran sudah mulai terbiasa mengucapkan frasa atau ungkapan dalam bahasa Jepang, seringkali muncul keinginan untuk bisa mengekspresikan hal tersebut dalam bentuk tulisan. Maka dari itu memahami huruf bisa menjadi titik selanjutnya bagi sobat migran untuk belajar bahasa Jepang. Tentunya hal utama yang perlu dilakukan untuk menguasai huruf dalam bahasa Jepang adalah dengan menulis, maka dari itu sering-seringlah melatih diri dengan menulis huruf yang sama secara berulang-ulang. Setelah mulai terbiasa, cobalah latihan dengan menulis kalimat favorit dari tokoh kesukaan sobat migran.
Masih dalam satu titik yang sama, ketika sudah mulai familiar dengan huruf-huruf Jepang, pahamilah tata bahasa atau 文法(bunpou) dari kalimat-kalimat sederhana, terutama kalimat yang sering muncul di anime atau manga favorit sobat migran sekalian.
c. Perkuat Pembendaharaan Kata
Setelah semakin terbiasa dengan bahasa Jepang, penting bagi sobat migran untuk meningkatkan pembendaharaan kata. Tentunya dalam menikmati sebuah anime kita sering menemukan banyak kosakata baru. Tidak ada salahnya menyiapkan catatan dan kamus ketika menonton sebuah anime, sehingga kita bisa mencatat kata-kata yang sering muncul dan mencari kata-kata lainnya yang berkaitan atau memiliki arti yang serupa.
3. Memenuhi Tuntutan Ekonomi/Pekerjaan
Ketika kita memulai belajar bahasa karena tuntutan profesi, maka target pertama yang perlu kita capai adalah sertifikasi. Bagi sobat migran yang memutuskan untuk bekerja ke Jepang untuk memperbaiki nasib ekonomi ataupun tuntutan pekerjaan yang mengharuskan untuk berkomunikasi dengan orang Jepang, penting bagi kita untuk memiliki sertifikasi bahasa. Adapun sertifikasi dalam bahasa Jepang memiliki banyak lembaga yang menerbitkannya, namun yang paling umum diketahui adalah Japan Foundation melalui sertifikasi JLPT dan JFT. Untuk JFT, saat ini hanya tersedia 1 (satu) level, yaitu JFT A2. Sedangkan JLPT terdapat 5 (lima) level, mulai dari yang paling rendah di level N5, dan yang paling tinggi N1. Hal ini akan berpengaruh terhadap starting point sobat migran sekalian, mengingat untuk mendapatkan sertifikasi kita perlu memahami bahasa Jepang secara menyeluruh. Maka dari itu, berikut adalah titik awal bagi sobat migran yang ingin mempelajari bahasa Jepang dengan alasan utama untuk bekerja di Jepang dan/atau dengan orang Jepang:
a. Pahami Sistem Penulisan/Huruf Bahasa Jepang
Untuk mengikuti tes sertifikasi kemampuan bahasa Jepang, aspek membaca menjadi hal pertama yang perlu dikuasai mengingat semua soal yang muncul akan ditulis dalam aksara hiragana, katakana dan kanji. Selain itu dalam dunia profesional pun, orang Jepang masih sangat sering berkomunikasi menggunakan email, sehingga akan sulit bagi kita apabila belum menguasai sistem penulisan/huruf dalam bahasa Jepang. Hal pertama yang bisa sobat migran lakukan adalah dengan sering melakukan latihan menulis dan membaca. Carilah sumber bacaan yang mudah dipahami, salin ulang tulisannya sampai terbiasa.
b. Mulai dari Pola Kalimat Sederhana
Kalimat dalam bahasa Jepang memiliki polanya sendiri tergantung situasi dan kondisi saat kalimat tersebut digunakan. Namun demikian hal yang paling mendasar dalam sebuah pola kalimat dalam bahasa Jepang adalah partikel. Untuk memahami makna kalimat, partikel menjadi kunci penting, sebagaimana pernah penulis bahas dalam artikel sebelumnya. Dengan menguasai partikel, maka akan semakin mudah bagi kita untuk memahami kalimat dalam bahasa Jepang. Dalam menyusun dan memahami kalimat tentunya perlu didukung dengan pembendaharaan kata yang baik pula. Maka dari itu dalam proses memahami pola kalimat perlu disertai dengan penguasaan kosakata agar semakin terbiasa dalam membentuk sebuah kalimat.
c. Perbanyak Menyimak dan Berbicara
Setelah terbiasa dengan kalimat-kalimat sederhana, maka langkah selanjutnya adalah membiasakan diri dengan pengucapan kalimat bahasa Jepang. Sobat migran bisa memulai dengan menyimak contoh-contoh soal JLPT atau JFT, khususnya pada bagian 聴解(choukai) agar semakin telinga kita semakin terbiasa dengan bahasa Jepang. Lalu hal yang tak kalah penting lainnya adalah aspek berbicara. Meskipun kompetensi dalam berbicara tidak diujikan dalam tes JFT dan JLPT, namun tentunya berbicara menjadi indikator utama ketika kita menguasai suatu bahasa. Maka dari itu pada saat menyimak soal-soal 聴解(choukai), sobat migran bisa meniru apa yang diucapkan oleh pembicara (shadowing).
Untuk membantu sobat migran belajar bahasa Jepang, berikut penulis menyampaikan beberapa situs sebagai referensi untuk belajar secara mandiri:
1. https://marugotoweb.jp/en/
2. https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/id/learnjapanese/
3. https://www.jlpt.jp/e/samples/forlearners.html
Masing-masing individu pastinya memiliki starting point dan cara yang berbeda dalam menguasai suatu bahasa, tetapi hal yang pastinya sama dalam mempelajari sebuah bahasa adalah konsitensi. Tak peduli dari mana sobat migran ingin memulai mempelajari bahasa Jepang, tanpa adanya konsistensi maka kemampuan itu akan hilang begitu saja seiring berjalannya waktu.
Penulis: Dzikry Imam Hakim Instruktur LTSA PMI Jabar



