Hero section image background

UPTD LTSA PMI Disnakertrans Jabar Fasilitasi Pemulangan WNI Asal Cirebon dari Iran Terdampak Konflik Timur Tengah

Senin, 16 Maret 2026

Berita

144

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post UPTD LTSA PMI Disnakertrans Jabar Fasilitasi Pemulangan WNI Asal Cirebon dari Iran Terdampak Konflik Timur Tengah

UPTD Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia (LTSA PMI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat memfasilitasi pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Cirebon yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Pada Sabtu (14/3/2026), UPTD LTSA PMI Disnakertrans Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kepulangan seorang WNI berinisial “AY” beserta istri dan anaknya yang merupakan evacuee dari Iran. Proses fasilitasi dilakukan dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat hingga kembali ke kediamannya di Dusun Pembangunan RT 002 RW 010, Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.

Diketahui, AY sejak tahun 2019 menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Jamiatul Al Mustofa yang berlokasi di Kota Qum, Provinsi Qum, Iran pada jurusan Al-Qur’an dan Orientalis dengan jenjang pendidikan S1 hingga S3. Selain menempuh pendidikan, yang bersangkutan juga bekerja di salah satu laboratorium di Iran.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, proses evakuasi dilakukan melalui perjalanan darat dari tempat tinggalnya menuju perbatasan Iran dengan Azerbaijan dengan pendampingan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran. Setelah tiba di Azerbaijan, rombongan diterima oleh KBRI Baku sebelum melanjutkan perjalanan menuju Turki untuk mendapatkan penerbangan ke Indonesia menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056.

Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) bersama KBRI Tehran dan KBRI Baku saat ini terus melakukan proses evakuasi terhadap WNI yang berada di Iran.

Pada evakuasi gelombang pertama tahap pertama yang dilaksanakan tanggal 10–11 Maret 2026, sebanyak 32 WNI berhasil dievakuasi, dengan 16 orang di antaranya berasal dari Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya pada evakuasi gelombang pertama tahap kedua tanggal 13–14 Maret 2026, tercatat 34 WNI berhasil dievakuasi, dengan 15 orang di antaranya berasal dari Jawa Barat.

Proses evakuasi WNI di Iran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan yang dinamis di kawasan tersebut, seiring meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Pemerintah melalui instansi terkait terus berupaya memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan WNI di luar negeri, termasuk dengan memfasilitasi proses evakuasi serta pemulangan ke daerah asal secara aman dan terkoordinasi.

Penulis: Daerobi PSM LTSA PMI Jabar

Tags

  • jabaristimewa
  • ltsapmijabar
  • pelindunganpmi
  • konfliktimurtengah